Home » Posts filed under Kesehatan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
7 Penyebab Perempuan Tak Bisa Orgasme
7 Penyebab Perempuan Tak Bisa Orgasme
Tak hanya perempuan, lelaki juga perlu tahu masalah ini.
Ini terjadi karena beberapa faktor. Apa saja? Berikut ulasannya seperti dilansir dari Genius Beauty:
1. Kontrasepsi
Ini mungkin tampak paradoks, tetapi pil KB ternyata sering berkontribusi pada pengurangan libido perempuan yang berimbas juga pada kurangnya orgasme. Hal ini diperkuat dari hasil penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Indiana University yang menemukan bahwa perempuan yang menggunakan kontrasepsi oral, menurut statistik, mengalami orgasme lebih sedikit. Tak hanya itu, mereka juga memiliki nafsu seks yang menurun.
Ini mungkin tampak paradoks, tetapi pil KB ternyata sering berkontribusi pada pengurangan libido perempuan yang berimbas juga pada kurangnya orgasme. Hal ini diperkuat dari hasil penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Indiana University yang menemukan bahwa perempuan yang menggunakan kontrasepsi oral, menurut statistik, mengalami orgasme lebih sedikit. Tak hanya itu, mereka juga memiliki nafsu seks yang menurun.
2. Multitasking
Pemindaian otak manusia yang dilakukan oleh peneliti dari University of Groningen di Belanda menunjukkan bahwa daerah-daerah tertentu dinonaktifkan dalam tubuh selama orgasme. Oleh karena itu, seorang perempuan dan lelaki perlu bersantai sebanyak mungkin untuk mencapai orgasme saat berhubungan seks. Namun itu tidak selalu mungkin bisa dilakukan oleh perempuan.
Pemindaian otak manusia yang dilakukan oleh peneliti dari University of Groningen di Belanda menunjukkan bahwa daerah-daerah tertentu dinonaktifkan dalam tubuh selama orgasme. Oleh karena itu, seorang perempuan dan lelaki perlu bersantai sebanyak mungkin untuk mencapai orgasme saat berhubungan seks. Namun itu tidak selalu mungkin bisa dilakukan oleh perempuan.
Ini dikarenakan otak perempuan terus berusaha memecahkan masalah yang berbeda, sementara otak lelaki hanya memikirkan seks dan mudah rileks saat berhubungan seks. Inilah yang menjadi alasan mengapa saat pikiran seorang perempuan terganggu oleh beberapa masalah, dia tidak akan mengalami orgasme saat bercinta.
3. Antidepresan
Antidepresan berpotensi menghambat orgasme. Ini dikarenakan obat tersebut meningkatkan kadar hormon serotonin di otak. Hormon ini pada gilirannya menghambat aksi dopamine yang diperlukan untuk membangkitkan gairah seksual. Kondisi inilah yang menyebabkan seorang perempuan kesulitan orgasme.
Antidepresan berpotensi menghambat orgasme. Ini dikarenakan obat tersebut meningkatkan kadar hormon serotonin di otak. Hormon ini pada gilirannya menghambat aksi dopamine yang diperlukan untuk membangkitkan gairah seksual. Kondisi inilah yang menyebabkan seorang perempuan kesulitan orgasme.
4. Gen
Ada kemungkinan bahwa perempuan telah berevolusi untuk tidak mencapai orgasme selama mungkin. Para ilmuwan dari St Thomas Hospital di London mengatakan bahwa perempuan membutuhkan fitur ini untuk menemukan pasangan yang sempurna. Jika seorang lelaki tidak mampu memberikan kepuasan pada perempuan di tempat tidur, maka dia juga tidak akan bisa diandalkan dalam hal lain.
Ada kemungkinan bahwa perempuan telah berevolusi untuk tidak mencapai orgasme selama mungkin. Para ilmuwan dari St Thomas Hospital di London mengatakan bahwa perempuan membutuhkan fitur ini untuk menemukan pasangan yang sempurna. Jika seorang lelaki tidak mampu memberikan kepuasan pada perempuan di tempat tidur, maka dia juga tidak akan bisa diandalkan dalam hal lain.
5. Masalah Sirkulasi
Pada lelaki, masalah ini diketahui menyebabkan disfungsi ereksi. Ereksi sendiri merupakan konsekuensi dari aliran darah ke dalam penis. Beberapa ahli percaya bahwa masalah serupa juga bisa dialami pada perempuan. Sirkulasi darah yang tidak lancar juga akan mengganggu aliran darah ke klitoris sehingga perempuan tidak bisa orgasme.
Pada lelaki, masalah ini diketahui menyebabkan disfungsi ereksi. Ereksi sendiri merupakan konsekuensi dari aliran darah ke dalam penis. Beberapa ahli percaya bahwa masalah serupa juga bisa dialami pada perempuan. Sirkulasi darah yang tidak lancar juga akan mengganggu aliran darah ke klitoris sehingga perempuan tidak bisa orgasme.
6. Pasangan yang Salah
Ada banyak lelaki yang tidak tahu bagaimana memuaskan pasangannya di tempat tidur. Mereka tidak akrab dengan kekhasan fisiologi perempuan atau hanya memikirkan diri mereka sendiri. Sementara, perempuan malu untuk membicarakan masalahnya yang menyebabkan ia tak bisa orgasme.
Ada banyak lelaki yang tidak tahu bagaimana memuaskan pasangannya di tempat tidur. Mereka tidak akrab dengan kekhasan fisiologi perempuan atau hanya memikirkan diri mereka sendiri. Sementara, perempuan malu untuk membicarakan masalahnya yang menyebabkan ia tak bisa orgasme.
7. Usia dan Obesitas
Usia dan masalah kelebihan berat badan memiliki dampak negatif pada frekuensi orgasme. Bertambahnya usia akan mengurangi kadar testosteron dalam tubuh perempuan. Begitu pula dengan kelebihan berat badan yang juga mempengaruhi tingkat hormonal perempuan.
Usia dan masalah kelebihan berat badan memiliki dampak negatif pada frekuensi orgasme. Bertambahnya usia akan mengurangi kadar testosteron dalam tubuh perempuan. Begitu pula dengan kelebihan berat badan yang juga mempengaruhi tingkat hormonal perempuan.
Suara.com
Cara Mengatasi Insomnia Secara Alami
Cara Mengatasi Insomnia Secara Alami – Pada zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, banyak sekali penyakit yang melanda manusia. Tak jarang penyakit ini disebabkan oleh pola atau gaya hidup yang serba teknologi. Salah satu penyakit yang sering kita temukan pada manusia modern adalah insomnia. Penyakit sulit tidur ini hampir menyerang siapa saja tak mengenal usia.
Insomnia bisa muncul karena beberapa faktor, antara lain faktor psikologis, stress, maupun kebiasaan hidup yang buruk. Untuk mrngetahui lebih detil penyebabnya, bisa Anda baca pada laman penyebab insomnia. Meskipun demikian, insomnia bisa disembuhkan tanpa mengkonsumsi obat. Ada berbagai cara mengatasi insomnia secara alami.
Cara Mengatasi Insomnia Secara Alami
* Pertama biasakanlah diri untuk berolahraga secara rutin.
Anda bisa memilih olah raga kesukaan Anda. Biasakan berolah raga rutin selama kurang lebih 30 menit setiap hari. Kegiatan ini selain menjaga kondisi tubuh tetap fit juga membuat tubuh lelah sehingga ketika malam hari akan mudah untuk tidur. Namun yang perlu diingat adalah jangan sampa berolahraga 2 jam sebelum tidur.
* Biasakan hidup sehat.
Bagaimanapun caranya biasakanlah hidup dengan sehat. Kurangi merokok atau kalau bisa berhenti merokok. Alkohol juga demikian, berhenti saja dari cara hidup yang penuh dengan alakohol. Serta jangan lupa jang minum kopi ketika menjelang tidur, kopi bisa membuat Anda terjaga cukup lama.
* Ciptakan rutinitas disiplin.
Hal ini sangat penting untuk memudahkan tubuh dalam mengatur rutinitasnya. Misalnya tentukan tidur Anda dibawah jam 10 malam dan bangun jam 5 pagi. Coba untuk disiplin dengan waktu tersebut. Mungkin berat untuk pertama kali, namun percayalah ketika sebuah disiplin telah terbentuk tubuh juga akan bangun denan sendirinya. Atau bisa juga ketika mandi sore Anda menggunakan air hangat untuk meningkaatkan sirkulasi darah pada tubuh Anda. Ketika sirkulasi darah bagus akan meningkatkan relaksasi pada tubuh Anda sehingga meningkatkan kualitas tidur Anda.
Nah sist, itulah beberapa cara mengatasi insomnia secara alami dari zie's for you. Semoga bisa mengatasi insomnia Anda dan membuat Anda segar kembali. Terima kasaih atas kunjungannya sampai bertemu kembali dengan artiel berikutnya.
sumber : http://www.zonakecantikanwanita.com/
sumber : http://www.zonakecantikanwanita.com/
Tips Kecantikan Saat Hamil
Tips Kecantikan Saat Hamil - Sis, bagi kalian yang sudah atau sedang hamil pasti bahagia dong. Namun ketika kalian sedang hamil tentunya jangan melupakan penampilan agar supaya tetap nampak cantik. Memang pada saat hamil pasti akan terjadi pada diri sobat semuanya, baik secara fisik ataupun psikis. Nah, yang paling mempengaruhi kecantikan sobat semuanya adalah perubahan secara psikis ini. Biasanya sih, menurut pengalaman yang sudah-sudah sih pada males kalau lagi hamil untuk berdandan katanya sih bawaan orok. Itulah sis, maka dari itu biasanya kalau wanita sedang hamil akan kelihatan begitu tidak terawat segalanya.
Tips Kecantikan Saat Hamil
Memang dalam memasuki fase trimester pertama kehamilan biasanya mood masih labil dan sering berubah-ubah, hal itu terjadi karena dipengaruhi oleh hormon estrogen yang akan selalu bertambah beriring dengan pertumbuhan janin yang ada pada tubuh sobat. Perubahan yang sering terjadi adalah pada kulit sobat, seperti kulit menjadii kering dan kusam. Selain itu perubahan yang mencolok adalah pada lengan dan paha yang akan membesar serta kulit yang akan lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Maka dari itu, sebagai seorang wanita yang harus menjaga penampilan agar selalu fit dan nampak cantik setiap saat, berikut ini adalah beberapa tips kecantikan saat hamil untuk sobat semuanya :
- Mandi Secara Teratur
Ketika wanita sedang hamil, tubuh atau badan akan selalu memproduksi keringat lebih banyak yang membuat tubuh berkeringat semakin banyak. Mandilah secara rutin dan teratur paling tidak 2 kali dalam sehari. Karena mandi akan membuat tubuh menjadi lebih segar dan fresh. Istirahatpun akan lebih nyaman dan berkualitas. Setelah mandi jangan lupa oleskan body lotion yang tidak terdapat olive oil nya untuk mencegah kelebihan minyak padu kulit kita.
- Merawat Gigi
Perawatan gigi ini sebaiknya dilakukan ketika sista belum memasuki masa kehamilan. Hal ini untuk menghindari gangguan pada gigi ketika memasuki masa kehamilan. Perawatan gigi ini harus dilakukan secara lebih, karena ketika seorang wanita memasuki masa kehamilan akan sering mual atau muntah.
- Merawat Wajah
Merawat wajah adalah hal peokok untuk menjaga agar kita selalu nampak cantik. KArena ketika hamil wanita akan semakin banyak mengeluarkan minyak pada wajahnya. Rutinkan membersihkan wajah memakai susu pembersih serta penyegar paling tidak 1 hari 2 kali.
- Istirahat Cukup
Istirahat yang cukup adalah salah satu hala yang sangat menunjang kecantikan saat hamil. Dan istirahat yang baik untuk ibu hamil dalah pada siamg hari. Gunakanlah waktu rehat kalian untuk melakukan hal-hal yang ringan seperti membaca buku mendengarkan musik yang lembut ataupun tidur.
- Make-Up
Jika ibu ingin ber make up, sebaiknya gunakan kosmetik yang aman dan nyaman untuk kulit, karena ketika hamil kulit akan berubah lebih sensitif. Jika memiliki problem pada wajah sebaiknya konsultasikanlah terlebih dahulu kepada dokter kulit. Sehingga wajah akan terbebas dari masalah jerawat dan sebagainya.
- Nutrisi dan Vitamin
Sebaiknya rajin-rajinlah memakan berbagai juice buah segar yang mengandung Vitamin C, yang bisa membantu penyerapan zat besi supaya tubuh jauh dari anemia. Ibu hamil harus pandai-pandai mengatur pola makan, sebaiknya konsumsilah sedikit-sedikit tapi sering untuk mencegah rasa mual akibat perut kosong.
- Olahraga Secara Teratur
Dengan melakukan olahraga secara rutin badan akan menjadi sehat dan bugar, sehingga bisa menyangga struktur tubuh dengan baik. Dengan olahraga akan membuat jantung menjadi bekerja efektif sehingga peredaran darah ke janin menjadi lebih lancar. Lakukanlah olahraga yang aman seperti jalan kaki, berenang, yoga dan senam untuk ibu hamil.
Sis, itulah beberapa tips kecantikan saat hamil semoga bisa membuat sista-sista tetap nampak menawan saat hamil.
sumber : http://www.zonakecantikanwanita.com/
Benarkah Mandi Malam Dapat Menyebabkan Rematik?
Pernah dengar seseorang dimarahi ketika akan beranjak mandi
pada malam hari? Anda dan saya sangat kemungkinan akrab dengan kalimat
tersebut, terutama jika di Indonesia. Lalu bagaimana sudut pandang dunia
kedokteran terhadap mandi malam dan rematik? Mari kita simak.
Fakta: SALAH.
Entah telah berapa tahun lamanya masyarakat awam telah menganut paham yang sangat keliru. Bertanyalah pada setiap orang yang Anda temui dan mereka akan mengangguk setuju bahwa mandi malam hari tidaklah baik untuk tubuh.
Rematik adalah penyakit dimana terjadi peradangan pada persendian, dan terdapat ratusan jenis rematik yang telah ditemukan, salah satu yang tersering adalah Rheumatoid arthritis, jenis lainnya antara lain Systemic Lupus Erythematosus , Ankylosing Spondylitis,dan Goutarthritis.
Penyakit ini merupakan penyakit autoimun, yang artinya system kekebalan tubuh kita menyerang tubuh kita sendiri, dalam hal ini terutama bagian persendian, sehingga si penderita akan merasakan nyeri pada sendi yang terkena.
Mitos: Rematik adalah penyakit manula.
Fakta: SALAH.
Tidak sedikit orang yang akan mengiyakan pada pendapat bahwa rematik adalah penyakit yang hanya menyerang orang usia lanjut. Pernyataan ini -sekali lagi- keliru.
Sejatinya, sampai detik ini sebab pasti dari penyakit rematik belumlah jelas ditemukan, namun terdapat dugaan bahwa kelainan genetiklah yang menjadi penyebab utama. Rematik menyerang orang yang usianya produktif, yakni antara usia 20 sampai 45 tahun, mungkin Anda terkejut, tapi itulah fakta yang ada.
Penyakit sendi yang menyerang orang lanjut usia biasanya bersifat degeneratif ataupun faktor eksternal lainnya, yang artinya kerusakan karena penuaan, bukan karena proses autoimunitas tadi. Karena menyangkut sistem imun, jelas sekali bahwa masalah utama rematik terdapat di peredarandarah, yang mana tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan air dingin yang mengenai kulit kita pada malam hari.
Gejala Rematik
Gejala penyakit rematik bisa Anda lihat dengan adanya:
Nyeri
Warna kemerahan pada persendian
Pembengkakkan pada persendian
Terasa hangat pada daerah persendian
Menurunnya fungsi yang terkena
Sendi terasa kaku pada pagi hari
Jika Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, janganlah menunda untuk mengkonsultasikan diri ke pada dokter, karena pada hakikatnya penyakit rematik tidaklah berbahaya jika ditemukan sedini mungkin dan segera diobati.
Dengan minum obat secara teratur niscaya persendian Anda bisa dipertahankan fungsinya. Salam hidup sehat!
source: http://id.she.yahoo.com/mandi-malam-rematik-tidak-berhubungan-073918600.html
Prediksi Wajah 10 Tahun ke Depan Jika Gaya Hidup Tak Sehat
Jakarta -
Gaya hidup tidak sehat lebih banyak dikaitkan dengan risiko penyakit
mematikan, seperti diabetes dan serangan jantung. Padahal dampak rokok,
junk food dan sejenisnya juga bisa merusak penampilan khususnya memicu
perubahan bentuk wajah.
Dengan bantuan dokter dan seniman forensik, seorang jurnalis perempuan di Inggris, Anna Magee (44 tahun) membuat prediksi wajah dalam 10 tahun mendatang jika setiap hari menjalankan gaya hidup tidak sehat. Magee juga membuat prediksi wajahnya di masa depan jika menjalankan gaya hidup sehat.
Prediksi bentuk wajah Magee dalam 10 tahun mendatang berdasarkan gaya hidup yang dijalaninya adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (1/3/2012).
http://health.detik.com/read/2012/03/01/135903/1855476/763/prediksi-wajah-10-tahun-ke-depan-jika-gaya-hidup-tak-sehat
Dengan bantuan dokter dan seniman forensik, seorang jurnalis perempuan di Inggris, Anna Magee (44 tahun) membuat prediksi wajah dalam 10 tahun mendatang jika setiap hari menjalankan gaya hidup tidak sehat. Magee juga membuat prediksi wajahnya di masa depan jika menjalankan gaya hidup sehat.
Prediksi bentuk wajah Magee dalam 10 tahun mendatang berdasarkan gaya hidup yang dijalaninya adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (1/3/2012).
http://health.detik.com/read/2012/03/01/135903/1855476/763/prediksi-wajah-10-tahun-ke-depan-jika-gaya-hidup-tak-sehat
Cara Prediksi Janin Secara Alami
Cara Prediksi klamin janin.
Bahkan dahulu beberapa orang sering salah dalam mempersiapkan keperluan bayinya, ketika mempersiapkan baju untuk bayi laki-laki ternyata dikaruniai anak perempuan, begitu juga sebaliknya. Mereka memprediksi jenis kelamin calon bayi, berdasarkan tampilan fisik kehamilan dan kondisi emosional ibu hamil.
Keberadaan USG saat menjadi teknologi yang dapat mempermudah calon orang tua mengetahui jenis kelamin janin di dalam kandungan. Namun bagi anda orangtua yang ingin Memprediksi Jenis Kelamin Janin dengan Cara Alami, bisa memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Reff : tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com @ http://ziesgallery.blogspot.com/
Bagaimana Cara Memprediksi Jenis Kelamin Janin dengan Cara Alami?
Prediksi Jenis Kelamin janin Sebelum ada USG tentu sangatlah sulit Calon orang tua hanya bisa menduga-duga. Prediksi Mereka kadang benar, kadang juga Prediksi Mereka salah. dijaman dahulu tidak ada Prediksi Jitu untuk mengetahui jenis kelamin colon buah hati mereka.Bahkan dahulu beberapa orang sering salah dalam mempersiapkan keperluan bayinya, ketika mempersiapkan baju untuk bayi laki-laki ternyata dikaruniai anak perempuan, begitu juga sebaliknya. Mereka memprediksi jenis kelamin calon bayi, berdasarkan tampilan fisik kehamilan dan kondisi emosional ibu hamil.
Keberadaan USG saat menjadi teknologi yang dapat mempermudah calon orang tua mengetahui jenis kelamin janin di dalam kandungan. Namun bagi anda orangtua yang ingin Memprediksi Jenis Kelamin Janin dengan Cara Alami, bisa memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Bentuk perut Ibu Hamil
Beberapa mitos lokal memprediksi jenis
kelamin bayi di dalam kandungan dengan mengamati bentuk perut hamil Anda. Jika
perut Anda gemuk dan bengkak di bagian atas, Anda mungkin akan melahirkan
seorang bayi perempuan. Namun jika perut Anda jatuh ke bawah, Anda mungkin
melahirkan bayi laki-laki.
Suasana hati
Ibu Hamil yang mengalami perubahan
suasana hati yang ekstrim saat hamil, bisa menjadi tanda mengandung bayi
perempuan, karena janin tersebut mengambil hormon untuk dirinya sendiri.
Munculnya Jerawat
Apabila saat hamil anda memiliki banyak
noda, dan jerawat, itu berarti Anda mengandung bayi perempuan. Hal ini
diperkuat oleh Penelitian yang dilakukan di Prancis yang membuktikan 90 % ibu
hamil yang berjerawat di wajahnya saat hamil akan melahirkan anak perempuan.
Morning sickness
Apabila morning sicknes yang dialami ibu
hamil berlebihan, maka bisa diprediksi janin yang dikandungnya berjenis kelamin
perempuan. Hal ini diperkuat oleh penelitian di swedia antara tahun 1987-1995 yang
membuktikan perbedaan hormon yang dihasilkan janin perempuan dan laki-laki akan
memicu perbedaan pada derajat morning sickness yang dirasakan oleh ibu hamil.
Suhu di telapak kaki
Apabila ibu hamil sering merasa dingin
seperti es pada telapak kaki, kemungkinan besar akan melahirkan bayi dengan
jenis kelamin laki-laki. Hal ini diperkuat oleh peneliti di Jerman, oleh
Dr Alexander Nachnamen yang membuktikan bahwa wanita yang mengandung bayi
laki-laki, akan mengalami gangguan peredaran darah sehingga telapak kaki ibu
hamil terasa dingin saat disentuh.
Insting calon Ibu
Prediksi calon ibu mengenai jenis
kelamin bayi akan lebih akurat 71% dibandingkan suami atau kerabat yang lain.
Memprediksi Jenis Kelamin Janin
dengan cara alami memang tidak
sepenuhnya akan benar. Anda bisa mengumpulkan data dari tanda-tanda tersebut
diatas. Namun agar keakuratan mendekati 100%, sebaiknya dilakukan pengujian
melalui USG 4 D, yang saat ini sudah banyak tersedia di rumah sakit atau bidan
disekitar anda. Hal ini juga akan memberikan gambaran kesehatan bayi yang ada
di dalam kandungan.
Ringkasan:
- Memprediksi Jenis Kelamin Janin dengan cara alami mempunyai keakuratan tidak lebih dari 90%,
- USG tidak hanya digunakan untuk melihat jenis kelamin bayi, namun juga untuk mengetahui kondisi kesehatan janin.
Internet Dapat Mencegah Pikun.
Ini adalah berita gembira bagi para netters dan bloggers pada umumnya sekaligus bagi para lanjut usia ( lansia ) khususnya.
Karena dengan mengakses internet, kita tidak hanya dapat mengetahui informasi tetapi dengan surfing di dunia maya ini, dapat membantu untuk memperbaiki dan melatih fungsi otak.
Dan ini, khususnya bagi lansia, dapat mencegah pikun (dementia) yang seringkali mengancam orang lanjut usia, karena dengan mengakses internet berarti kita sudah melakukan atau melibatkan otak dalam sebuah aktivitas yang cukup rumit sehingga fungsi otak tetap dapat dipertahankan.
Dengan surfing di internet, ibaratnya kita seperti membaca sebuah buku, sehingga bagian otak yang berfungsi untuk pengendalian bahasa, pengendalian daya ingat dan daya visual akan ikut bekerja, bahkan menambahkan aktivitas tambahan bagi otak yaitu untuk pengendalian keputusan dan pertimbangan.
Ini yang membedakannya dengan membaca, karena bila kita surfing di internet maka kita akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan informasi yang harus kita pilih atau kita klik, dengan adanya keputusan yang harus dibuat inilah aktivitas bagian otak untuk pembuatan keputusan dan pertimbangan akan terus diasah.
Nah, bila lansia sering2 mencari informasi di internet akan menghambat sejumlah proses penuaan pada otak seperti pengurangan atau penciutan aktivitas sel otak dan akan membuat orang tua ini tetap segar ingatannya.
Ada juga beberapa kegiatan lain yang disinyalir dapat juga mencegah dementia/pikun yaitu bermain puzzle, bermain musik, main catur dan juga harus dibantu dengan menjaga makanan dengan gizi yang seimbang dan tidak lupa pula dengan olah raga yang teratur.
Karena dengan mengakses internet, kita tidak hanya dapat mengetahui informasi tetapi dengan surfing di dunia maya ini, dapat membantu untuk memperbaiki dan melatih fungsi otak.
Dan ini, khususnya bagi lansia, dapat mencegah pikun (dementia) yang seringkali mengancam orang lanjut usia, karena dengan mengakses internet berarti kita sudah melakukan atau melibatkan otak dalam sebuah aktivitas yang cukup rumit sehingga fungsi otak tetap dapat dipertahankan.
Dengan surfing di internet, ibaratnya kita seperti membaca sebuah buku, sehingga bagian otak yang berfungsi untuk pengendalian bahasa, pengendalian daya ingat dan daya visual akan ikut bekerja, bahkan menambahkan aktivitas tambahan bagi otak yaitu untuk pengendalian keputusan dan pertimbangan.
Ini yang membedakannya dengan membaca, karena bila kita surfing di internet maka kita akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan informasi yang harus kita pilih atau kita klik, dengan adanya keputusan yang harus dibuat inilah aktivitas bagian otak untuk pembuatan keputusan dan pertimbangan akan terus diasah.
Nah, bila lansia sering2 mencari informasi di internet akan menghambat sejumlah proses penuaan pada otak seperti pengurangan atau penciutan aktivitas sel otak dan akan membuat orang tua ini tetap segar ingatannya.
Ada juga beberapa kegiatan lain yang disinyalir dapat juga mencegah dementia/pikun yaitu bermain puzzle, bermain musik, main catur dan juga harus dibantu dengan menjaga makanan dengan gizi yang seimbang dan tidak lupa pula dengan olah raga yang teratur.
http://kolomkesehatan.blogspot.com/2010/04/internet-dapat-mencegah-pikun.html
Bahaya Memendam EMosi
Kesehatan-Memendam emosi atau perasaan tidak hanya berdampak pada gangguan psikis tetapi juga dapat berdampak langsung pada gangguan kesehatan tubuh. Ada beberapa penyakit yang terjadi jika Anda sering memendam emosi.
"Emosi dan perasaan trauma yang tidak ditangani dengan baik, lama-lama dapat menumpuk pada bagian tubuh dan berpotensi menimbulkan penyakit. Ini karena orang yang emosinya kacau otomatis imun tubuhnya turun, napas berantakan, suhu tubuh naik, depresi atau terlihat lebih tua, juga emosi negatifnya lama-lama menumpuk di bagian-bagian tubuh lain," ujar Irma Rahayu, Soul Healer dari Emotional Healing Indonesia (EHI) dalam acara Emotional Healing Group Therapy di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Kamis (8/12/2011).
Berikut beberapa penyakit yang berhubungan dengan emosi, yaitu:
1. Alergi, karena penyangkalan akan kekuatan dan kemampuan diri.
2. Radang sendi, karena perasaan tidak dicintai, ditolak dan perasaan dikorbankan.
3. Demam, karena perasaan marah yang tidak mampu diekpresikan.
4. Ginjal, karena kekecewaan, perasaan gagal, rasa malu yang ditekan.
5. Maag, karena takut, cemas, perasaan tidak puas pada diri sendiri.
6. Penyakit paru-paru, karena putus asa, kelelahan emosional, luka batin.
7. Sakit punggung, karena ketakutan akan uang, merasa terbebani.
8. Sakit pinggang, karena rasa tidak dicintai, butuh kasih sayang.
9. Jantung, karena rasa kesepian, merasa tidak berharga, takut gagal dan marah.
10. Kanker, karena kebencian terpendam atau makan hati yang menahun.
11. Diabetes, karena keras kepala, tidak mau disalahkan.
12. Glaukoma, karena tekanan dari masa lalu dan tidak mampu memaafkan.
13. Jerawat, karena tidak menerima diri sendiri, tidak suka pada diri sendiri.
14. Pegal-pegal, karena ingin dicintai dan disayangi, butuh dipeluk dan kebersamaan.
15. Obesitas, karena takut, ingin dilindungi, kemarahan terpendam, tidak mau memaafkan.
16. Mata minus, karena takut akan masa depan.
17. Mata plus, karena tidak mampu memaafkan masa lalu.
Jadi,ada baiknya bila anda tidak terlalu sering memendam emosi anda.Keluarkan unek-unek anda dengan orang yang anda percaya atau orang terdekat anda.Jangan biarkan anda memendam emosi anda sendiri yang akhirnya dapat mengurangi kesehatan anda.
Buah Delima Bisa Bikin Awet Muda
KOMPAS.com - Buah delima makin populer saat ini, karena kandungan gizinya yang luar biasa. Kandungan antioksidannya yang tinggi membuat buah ini dipercaya mampu membantu mencegah penyakit jantung. Sedangkan kandungan phytochemicals yang disebut ellagitannin dalam jumlah banyak juga disebut-sebut mampu mengurangi perkembangan sel kanker payudara yang responsif terhadap estrogen.
Belum cukup? Buah super ini juga dipuja-puji sebagai sebuah obat yang membantu memperlambat proses penuaan dari DNA, dan membantu Anda merasa tetap muda. Penemuan ini dilaporkan oleh para peneliti di ProbelteBio Laboratory di Murcia, Spanyol, yang mendapati penurunan yang signifikan dari kerusakan sel pada orang-orang yang diberi kapsul buah delima setiap hari selama sebulan. Bila tidak ditangani, kerusakan sel tersebut bisa melemahkan fungsi otak, otot, hati, dan ginjal
"Kami sangat senang dengan studi ini, dimana kami meyakini bahwa konsumsi rutin ekstrak buah delima ini bisa memperlambat proses oksidasi DNA," ujar ketua peneliti, Dr Sergio Streitenberger.
Penuaan merupakan suatu proses oksidasi dan proses perusakan, sehingga mampu melawan proses ini tentunya akan menjadi terobosan yang sangat berarti. Tahun lalu, para peneliti dari Queen Margaret University di Edinburgh menemukan bahwa mengonsumsi jus buah delima dapat membantu menyingkirkan stres dan membantu Anda menenangkan diri.
Sumber: Marie Claire
Belum cukup? Buah super ini juga dipuja-puji sebagai sebuah obat yang membantu memperlambat proses penuaan dari DNA, dan membantu Anda merasa tetap muda. Penemuan ini dilaporkan oleh para peneliti di ProbelteBio Laboratory di Murcia, Spanyol, yang mendapati penurunan yang signifikan dari kerusakan sel pada orang-orang yang diberi kapsul buah delima setiap hari selama sebulan. Bila tidak ditangani, kerusakan sel tersebut bisa melemahkan fungsi otak, otot, hati, dan ginjal
"Kami sangat senang dengan studi ini, dimana kami meyakini bahwa konsumsi rutin ekstrak buah delima ini bisa memperlambat proses oksidasi DNA," ujar ketua peneliti, Dr Sergio Streitenberger.
Penuaan merupakan suatu proses oksidasi dan proses perusakan, sehingga mampu melawan proses ini tentunya akan menjadi terobosan yang sangat berarti. Tahun lalu, para peneliti dari Queen Margaret University di Edinburgh menemukan bahwa mengonsumsi jus buah delima dapat membantu menyingkirkan stres dan membantu Anda menenangkan diri.
Sumber: Marie Claire
Diabetes Insipidus
DEFINISI
Diabetes Insipidus adalah suatu kelainan dimana terdapat kekurangan hormon antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang sangat encer (poliuri). Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormon antidiuretik (vasopresin), yaitu hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak.
Hormon ini unik, karena dibuat di hipotalamus lalu disimpan dan dilepaskan ke dalam aliran darah oleh hipofisa posterior. Diabetes insipidus juga bisa terjadi jika kadar hormon antidiuretik normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini (keadaan ini disebut diabetes insipidus nefrogenik).
PENYEBAB
Diabetes insipidus dapat disebabkan oleh beberapa hal:
GEJALA
Diabetes insipidus dapat timbul secara perlahan maupun secara tiba-tiba pada segala usia. Seringkali satu-satunya gejala adalah rasa haus dan pengeluaran air kemih yang berlebihan. Sebagai kompensasi hilangnya cairan melalui air kemih, penderita bisa minum sejumlah besar cairan (3,8-38 L/hari). Jika kompensasi ini tidak terpenuhi, maka dengan segera akan terjadi dehidrasi yang menyebabkan tekanan darah rendah dan syok. Penderita terus berkemih dalam jumlah yang sangat banyak, terutama di malam hari.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya. Untuk menyingkirkan diabetes melitus (kencing manis) dilakukan pemeriksaan gula pada air kemih. Pemeriksaan darah menunjukkan kadar berbagai elektrolit yang abnormal. Pemeriksaan yang paling sederhana dan paling dapat dipercaya untuk diabetes insipidus adalah water deprivation test. Selama menjalani pemeriksaan ini penderita tidak boleh minum dan bisa terjadi dehidrasi berat. Oleh karena itu pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit atau tempat praktek dokter.
Pembentukan air kemih, kadar elektrolit darah (natrium) dan berat badan dikur secara rutin selama beberapa jam. Segera setelah tekanan darah turun atau denyut jantung meningkat atau terjadi penurunan berat badan lebih dari 5%, maka tes ini dihentikan dan diberikan suntikan hormon antidiuretik.
Diagnosis diabetes insipidus semakin kuat jika sebagai respon terhadap hormon antidiuretik:
- pembuangan air kemih yang berlebihan berhenti
- tekanan darah naik
- denyut jantung kembali normal.
PENGOBATAN
Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya. Vasopresin atau desmopresin asetat (dimodifikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal. Terlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan cairan, pembengkakan dan gangguan lainnya. Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri.
Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, seperti klorpropamid, karbamazepin, klofibrat dan berbagai diuretik (tiazid). Tetapi obat-obat ini tidak mungkin meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat.
Diabetes Insipidus adalah suatu kelainan dimana terdapat kekurangan hormon antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang sangat encer (poliuri). Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormon antidiuretik (vasopresin), yaitu hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak.
Hormon ini unik, karena dibuat di hipotalamus lalu disimpan dan dilepaskan ke dalam aliran darah oleh hipofisa posterior. Diabetes insipidus juga bisa terjadi jika kadar hormon antidiuretik normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini (keadaan ini disebut diabetes insipidus nefrogenik).
PENYEBAB
Diabetes insipidus dapat disebabkan oleh beberapa hal:
- Hipotalamus mengalami kelainan fungsi dan menghasilkan terlalu sedikit hormon antidiuretik
- Kelenjar hipofisa gagal melepaskan hormon antidiuretik ke dalam aliran darah
- Kerusakan hipotalamus atau kelenjar hipofisa akibat pembedahan
- Cedera otak (terutama patah tulang di dasar tengkorak)
- Tumor
- Sarkoidosis atau tuberkulosis
- Aneurisma atau penyumbatan arteri yang menuju ke otak
- Beberapa bentuk ensefalitis atau meningitis
- Histiositosis X (penyakit Hand-Sch?ller-Christian).
GEJALA
Diabetes insipidus dapat timbul secara perlahan maupun secara tiba-tiba pada segala usia. Seringkali satu-satunya gejala adalah rasa haus dan pengeluaran air kemih yang berlebihan. Sebagai kompensasi hilangnya cairan melalui air kemih, penderita bisa minum sejumlah besar cairan (3,8-38 L/hari). Jika kompensasi ini tidak terpenuhi, maka dengan segera akan terjadi dehidrasi yang menyebabkan tekanan darah rendah dan syok. Penderita terus berkemih dalam jumlah yang sangat banyak, terutama di malam hari.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya. Untuk menyingkirkan diabetes melitus (kencing manis) dilakukan pemeriksaan gula pada air kemih. Pemeriksaan darah menunjukkan kadar berbagai elektrolit yang abnormal. Pemeriksaan yang paling sederhana dan paling dapat dipercaya untuk diabetes insipidus adalah water deprivation test. Selama menjalani pemeriksaan ini penderita tidak boleh minum dan bisa terjadi dehidrasi berat. Oleh karena itu pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit atau tempat praktek dokter.
Pembentukan air kemih, kadar elektrolit darah (natrium) dan berat badan dikur secara rutin selama beberapa jam. Segera setelah tekanan darah turun atau denyut jantung meningkat atau terjadi penurunan berat badan lebih dari 5%, maka tes ini dihentikan dan diberikan suntikan hormon antidiuretik.
Diagnosis diabetes insipidus semakin kuat jika sebagai respon terhadap hormon antidiuretik:
- pembuangan air kemih yang berlebihan berhenti
- tekanan darah naik
- denyut jantung kembali normal.
PENGOBATAN
Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya. Vasopresin atau desmopresin asetat (dimodifikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal. Terlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan cairan, pembengkakan dan gangguan lainnya. Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri.
Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, seperti klorpropamid, karbamazepin, klofibrat dan berbagai diuretik (tiazid). Tetapi obat-obat ini tidak mungkin meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat.
Diabetes Mellitus
DEFINISI
Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat.
Kadar gula darah sepanjang hari bervariasi, meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam. Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya. Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara ringan tetapi progresif setelah usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif.
Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas, merupakan zat utama yang bertanggungjawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang tepat. Insulin menyebabkan gula berpindah ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.
Peningkatan kadar gula darah setelah makan atau minum merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah yang lebih lanjut dan menyebabkan kadar gula darah menurun secara perlahan. Pada saat melakukan aktivitas fisik kadar gula darah juga bisa menurun karena otot menggunakan glukosa untuk energi.
PENYEBAB
Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tidak memberikan respon yang tepat terhadap insulin.

Penderita diabetes mellitus tipe I (diabetes yang tergantung kepada insulin) menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin. Sebagian besar diabetes mellitus tipe I terjadi sebelum usia 30 tahun.
Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan (mungkin berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Untuk terjadinya hal ini diperlukan kecenderungan genetik. Pada diabetes tipe I, 90% sel penghasil insulin (sel beta) mengalami kerusakan permanen. Terjadi kekurangan insulin yang berat dan penderita harus mendapatkan suntikan insulin secara teratur.
Pada diabetes mellitus tipe II (diabetes yang tidak tergantung kepada insulin, NIDDM), pankreas tetap menghasilkan insulin, terkadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin relatif. Diabetes tipe II bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah usia 30 tahun. Faktor resiko untuk diabetes tipe II adalah obesitas,, 80-90% penderita mengalami obesitas. Diabetes tipe II juga cenderung diturunkan.
Penyebab diabetes lainnya adalah:
GEJALA
Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai di atas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).
Akibat poliuri maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi). Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi). Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual, dan berkurangnya ketahanan selama melakukan olahraga. Penderita diabetes yang kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.
Karena kekurangan insulin yang berat, maka sebelum menjalani pengobatan penderita diabetes tipe I hampir selalu mengalami penurunan berat badan. Sebagian besar penderita diabetes tipe II tidak mengalami penurunan berat badan. Pada penderita diabetes tipe I, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum.
Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis).
Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah, dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernapasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau napas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.
Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe I bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakann atau penyakit yang serius.
Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala-gejala semala beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres, misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang, dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.
KOMPLIKASI
Lama-lama peningkatan kadar gula darah bisa merusak pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya. Terbentuk zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Akibat penebalan ini maka aliran darah akan berkurang, terutama yang menuju ke kulit dan saraf.
Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga cenderung menyebabkan kadar zat berlemak dalam darah meningkat, sehingga mempercepat terjadinya aterosklerosis (penimbunan plak di dalam pembuluh darah). Aterosklerosis ini 2-6 kali lebih sering terjadi pada penderita diabetes. Sirkulasi yang jelek melalui pembuluh darah besar dan kecil bisa melukai jantung, otak, tungkai, mata, ginjal, saraf, dan kulit, dan memperlambat penyembuhan luka.
Karena hal tersebut di atas, maka penderita diabetes bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang yang serius, yang lebih sering terjadi adalah serangan jantung dan stroke. Kerusakan pembuluh darah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan (retinopati diabetikum. Kelainan fungsi ginjal menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani dialisa.
Gangguan pada saraf dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Jika satu saraf mengalami kelainan fungsi (mononeuropati), maka sebuah lengan atau tungkai biasa secara tiba-tiba menjadi lemah. Jika saraf yang menuju ke tangan, tungkai, dan kaki, mengalami kerusakan (polineuropati diabetikum), maka pada lengan dan tungkai bisa dirasakan kesemutan atau nyeri seperti terbakar dan kelemahan.
Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena penderita tidak dapat meradakan perubahan tekanan maupun suhu. Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus (borok) dan semua penyembuhan luka berjalan lambat. Ulkus di kaki bisa sangat dalam dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga sebagian tungkai harus diamputasi.
Penelitian terakhir menunjukkan bahwa komplikasi diabetes dapat dicegah, ditunda, atau diperlambat, dengan mengontrol kadar gula darah.
Komplikasi jangka panjang dari diabetes
DIAGNOSA
Diagnosis diabetes ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya (polidipsi, polifagi, poliuri) dan hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan kadar gula darah yang tinggi.
Untuk mengukur kadar gula darah, contoh darah biasanya diambil setelah penderita berpuasa selama 8 jam atau bisa juga diambil setelah makan. Pada usia di atas 65 tahun, paling baik jika pemeriksaan dilakukan setelah berpuasa karena setelah makan, usia lanjut memiliki peningkatan gula darah yang lebih tinggi.
Pemeriksaan darah lainnya yang bisa dilakukan adalah tes toleransi glukosa. Tes ini dilakukan pada keadaan tertentu, misalnya pada wanita hamil. Penderita berpuasa dan contoh darahnya diambil untuk mengukur kadar gula darah puasa. Lalu penderita meminum larutan khusus yang mengandung sejumlah glukosa dan 2-3 jam kemudian contoh darah diambil lagi untuk diperiksa.
PENGOBATAN
Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Kadar gula darah yang benar-benar normal sulit untuk dipertahankan, tetapi semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadinya komplikasi sementara maupun jangka panjang adalah semakin berkurang.
Pengobatan diabetes meliputi pengendalian berat badan, olahraga, dan diet. Seseorang yang obesitas yang menderita diabetes tipe II tidak akan memerlukan pengobatan jika mereka menurunkan berat badannya dan berolahraga secara teratur. Tetapi kebanyakan penderita merasa kesulitan menurunkan berat badan dan melakukan olahraga yang teratur. Karena itu biasanya diberikan terapi sulih insulin atau obat hipoglikemik per-oral.
Pengaturan diet sangat penting. Biasanya penderita tidak boleh terlalu banyak makan makanan manis dan harus makan dalam jadwal yang teratur. Penderita diabetes cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi, karena itu dianjurkan untuk membatasi jumlah lemak jenuh dalam makanannya. Tetapi cara terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol adalah mengontrol kadar gula darah dan berat badan.
Semua penderita hendaknya memahami bagaimana menjalani diet dan olahraga untuk mengontrol penyakitnya. Mereka harus memahami bagaimana cara menghindari terjadinya komplikasi. Mereka juga harus memberikan perhatian khusus terhadap infeksi kaki dan kukunya harus dipotong secara teratur. Penting untuk memeriksakan matanya supaya bisa diketahui perubahan yang terjadi pada pembuluh darah di mata.
Terapi sulih insulin
Pada diabetes tipe I, pankreas tidak dapat menghasilkan insulin sehingga harus diberikan insulin pengganti. Pemberian insulin hanya dapat dilakukan melalui suntikan, insulin dihancurkan di dalam lambung sehingga tidak dapat diberikan per-oral (ditelan). Bentuk insulin yang baru (semprot hidung) sedang dalam penelitian. Pada saat ini, bentuk insulin yang baru ini belum dapat bekerja dengan baik karena laju penyerapannya yang berbeda menimbulkan masalah dalam penentuan dosisnya.
Insulin disuntikkan di bawah kulit ke dalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding perut. Digunakan jarum yang sangat kecil agar tidak terasa terlalu nyeri.
Insulin terdapat dalam 3 bentuk dasar, masing-masing memiliki kecepatan dan lama kerja yang berbeda:
Pemilihan insulin yang akan digunakan tergantung kepada:
Kontrol yang paling ketat diperoleh dengan menyuntikkan insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang pada pagi dan malam hari disertai suntikan insulin kerja cepat tambahan pada siang hari.
Beberapa penderita usia lanjut memerlukan sejumlah insulin yang sama setiap harinya; penderita lainnya perlu menyesuaikan dosis insulinnya tergantung kepada makanan, olahraga, dan pola kadar gula darahnya. Kebutuhan akan insulin bervariasi sesuai dengan perubahan dalam makanan dan olah raga.
Beberapa penderita mengalami resistensi terhadap insulin. Insulin tidak sepenuhnya sama dengan insulin yang dihasilkan oleh tubuh, karena itu tubuh bisa membentuk antibodi terhadap insulin pengganti. Antibodi ini mempengaruhi aktivitas insulin sehingga penderita dengan resistansi terhadap insulin harus meningkatkan dosisnya.
Penyuntikan insulin dapat mempengaruhi kulit dan jaringan di bawahnya pada tempat suntikan. Kadang terjadi reaksi alergi yang menyebabkan nyeri dan rasa terbakar, diikuti kemerahan, gatal, dan pembengkakan, di sekitar tempat penyuntikan selama beberapa jam. Suntikan sering menyebabkan terbentuknya endapan lemak (sehingga kulit tampak berbenjol-benjol) atau merusak lemak (sehingga kulit berlekuk-lekuk). Komplikasi tersebut bisa dicegah dengan cara mengganti tempat penyuntikan dan mengganti jenis insulin. Pada pemakaian insulin manusia sintetis jarang terjadi resistensi dan alergi.
Obat-obat hipoglikemik per-oral
Golongan sulfonilurea seringkali dapat menurunkan kadar gula darah secara adekuat pada penderita diabetes tipe II, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe I. Contohnya adalah; glipizid, gliburid, tolbutamid, dan klorpropamid. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan efektivitasnya.
Obat lainnya, yaitu metformin, tidak mempengaruhi pelepasan insulin tetapi meningkatkan respon tubuh terhadap insulinnya sendiri. Akarbos bekerja dengan cara menunda penyerapan glukosa di dalam usus.
Obat hipoglikemik per-oral biasanya diberikan pada penderita diabetes tipe II jika diet dan olahraga gagal menurunkan kadar gula darah secara adekuat. Obat ini kadang bisa diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun beberapa penderita memerlukan 2-3 kali pemberian. Jika obat hipoglikemik per-oral tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, mungkin perlu diberikan suntikan insulin.
Pemantauan pengobatan
Pemantauan kadar gula darah merupakan bagian yang penting dari pengobatan diabetes. Adanya glukosa bisa diketahui dari air kemih; tetap pemerisaan air kemih bukan merupakan cara yang baik untuk memantau pengobatan atau menyesuaikan dosis pengobatan. Saat ini kadar gula darah dapat diukur sendiri dengan mudah oleh penderita di rumah.
Penderita diabetes harus mencatat kadar gula darah mereka dan melaporkannya kepada dokter agar dosis insulin atau obat hipoglikemiknya dapat disesuaikan.
Mengatasi komplikasi
Insulin maupun obat hipoglikemik per-oral bisa terlalu banyak menurunkan kadar gula darah sehingga terjadi hipoglikemia. Hipoglikemia juga bisa terjadi jika penderita kurang makan atau tidak makan pada waktunya atau melakukan olah raga yang terlalu berat tanpa makan.
Jika kadar gula darah terlalu rendah, organ pertama yang terkena pengaruhnya adalah otak. Untuk melindungi otak, tubuh segera mulai membuat glukosa dari glikogen yang tersimpan di hati. Proses ini melibatkan pelepasan epinefrin (adrenalin), yang cenderung menyebabkan rasa lapar, kecemasan, meningkatnya kesiagaan, dan gemetaran. Berkurangnya kadar glukosa darah ke otak bisa menyebabkan sakit kepala.
Hipoglikemia harus segera diatasi karena dalam beberapa menit bisa menjadi berat, menyebabkan koma dan kadang cedera otak menetap. Jika terdapat tanda hipoglikemia, penderita harus segera makan gula. Karena itu penderita diabetes harus selalu membawa permen, gula, atau tablet glukosa, untuk menghadapi serangan hipoglikemia. Atau penderita segera minum segelas susu, air gula atau jus buah, sepotong kue, buah-buahan, atau makanan manis lainnya.
Penderita diabetes tipe I harus selalu membawa glukagon, yang bisa disuntikkan jika mereka tidak dapat memakan makanan yang mengandung gula.
Gejala-gejala dari kadar gula darah rendah:
Penderita harus dirawat di unit perawatan intensif. Diberikan sejumlah besar cairan intravena dan elektrolit (natrium, kalium, klorida, fosfat) untuk menggantikan yang hilang melalui air kemih yang berlebihan.
Insulin diberikan melalui intravena sehingga bisa bekerja dengan segera dan dosisnya disesuaikan. Kadar glukosa, keton, dan elektrolit darah, diukur setiap beberapa jam, sehingga pengobatan yang diberikan bisa disesuaikan. Contoh darah arteri diambil untuk mengetahui keasamannya. Pengendalian kadar gula darah dan penggantian elektrolit biasanya bisa mengembalikan keseimbangan asam basa, tetapi kadang perlu diberikan pengobatan tambahan untuk mengoreksi keasaman darah.
Pengobatan untuk koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik sama dengan pengobatan untuk ketoasidosis diabetikum. Diberikan cairan dan elektrolit pengganti. Kadar gula darah harus dikembalikan secara bertahap untuk mencegah perpindahan cairan ke dalam otak. Kadar gula darah cenderung lebih mudah dikontrol dan keasaman darahnya tidak terlalu berat.
Jika kadar gula darah tidak terkontrol, sebagian besar komplikasi jangka panjang berkembang secara progresif. Retinopati diabetik dapat diobati secara langsung dengan pembedahan laser untuk menyumbat kebocoran pembuluh darah mata sehingga bisa mencegah kerusakan retina yang menetap. Terapi laser dini bisa membantu mencegah atau memperlambat hilangnya penglihatan.
Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat.
Kadar gula darah sepanjang hari bervariasi, meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam. Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya. Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara ringan tetapi progresif setelah usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif.
Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas, merupakan zat utama yang bertanggungjawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang tepat. Insulin menyebabkan gula berpindah ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.
Peningkatan kadar gula darah setelah makan atau minum merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah yang lebih lanjut dan menyebabkan kadar gula darah menurun secara perlahan. Pada saat melakukan aktivitas fisik kadar gula darah juga bisa menurun karena otot menggunakan glukosa untuk energi.
PENYEBAB
Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tidak memberikan respon yang tepat terhadap insulin.

Penderita diabetes mellitus tipe I (diabetes yang tergantung kepada insulin) menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin. Sebagian besar diabetes mellitus tipe I terjadi sebelum usia 30 tahun.
Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan (mungkin berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Untuk terjadinya hal ini diperlukan kecenderungan genetik. Pada diabetes tipe I, 90% sel penghasil insulin (sel beta) mengalami kerusakan permanen. Terjadi kekurangan insulin yang berat dan penderita harus mendapatkan suntikan insulin secara teratur.
Pada diabetes mellitus tipe II (diabetes yang tidak tergantung kepada insulin, NIDDM), pankreas tetap menghasilkan insulin, terkadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin relatif. Diabetes tipe II bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah usia 30 tahun. Faktor resiko untuk diabetes tipe II adalah obesitas,, 80-90% penderita mengalami obesitas. Diabetes tipe II juga cenderung diturunkan.
Penyebab diabetes lainnya adalah:
- Kadar kortikosteroid yang tinggi,
- Kehamilan (diabetes gestasional),
- Obat-obatan, dan
- Racun yang mempengaruhi pembentukan atau efek dari insulin.
GEJALA
Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai di atas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).
Akibat poliuri maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi). Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi). Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual, dan berkurangnya ketahanan selama melakukan olahraga. Penderita diabetes yang kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.
Karena kekurangan insulin yang berat, maka sebelum menjalani pengobatan penderita diabetes tipe I hampir selalu mengalami penurunan berat badan. Sebagian besar penderita diabetes tipe II tidak mengalami penurunan berat badan. Pada penderita diabetes tipe I, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum.
Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis).
Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah, dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernapasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau napas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.
Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe I bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakann atau penyakit yang serius.
Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala-gejala semala beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres, misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang, dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.
KOMPLIKASI
Lama-lama peningkatan kadar gula darah bisa merusak pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya. Terbentuk zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Akibat penebalan ini maka aliran darah akan berkurang, terutama yang menuju ke kulit dan saraf.
Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga cenderung menyebabkan kadar zat berlemak dalam darah meningkat, sehingga mempercepat terjadinya aterosklerosis (penimbunan plak di dalam pembuluh darah). Aterosklerosis ini 2-6 kali lebih sering terjadi pada penderita diabetes. Sirkulasi yang jelek melalui pembuluh darah besar dan kecil bisa melukai jantung, otak, tungkai, mata, ginjal, saraf, dan kulit, dan memperlambat penyembuhan luka.
Karena hal tersebut di atas, maka penderita diabetes bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang yang serius, yang lebih sering terjadi adalah serangan jantung dan stroke. Kerusakan pembuluh darah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan (retinopati diabetikum. Kelainan fungsi ginjal menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani dialisa.
Gangguan pada saraf dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Jika satu saraf mengalami kelainan fungsi (mononeuropati), maka sebuah lengan atau tungkai biasa secara tiba-tiba menjadi lemah. Jika saraf yang menuju ke tangan, tungkai, dan kaki, mengalami kerusakan (polineuropati diabetikum), maka pada lengan dan tungkai bisa dirasakan kesemutan atau nyeri seperti terbakar dan kelemahan.
Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena penderita tidak dapat meradakan perubahan tekanan maupun suhu. Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus (borok) dan semua penyembuhan luka berjalan lambat. Ulkus di kaki bisa sangat dalam dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga sebagian tungkai harus diamputasi.
Penelitian terakhir menunjukkan bahwa komplikasi diabetes dapat dicegah, ditunda, atau diperlambat, dengan mengontrol kadar gula darah.
Komplikasi jangka panjang dari diabetes
| Organ/jaringan yang terkena | Yang terjadi | Komplikasi |
| Pembuluh darah | Plak aterosklerotik terbentuk dan menyumbat arteri berukuran besar atau sedang di jantung, otak, tungkai, dan penis. Dinding pembuluh darah kecil mengalami kerusakan sehingga pembuluh tidak dapat mentransfer oksigen secara normal dan mengalami kebocoran | Sirkulasi yang buruk menyebabkan penyembuhan luka yang jelek dan bisa menyebabkan penyakit jantung, stroke, gangren kaki dan tangan, impoten dan infeksi |
| Mata | Terjadi kerusakan pada pembuluh darah kecil retina | Gangguan penglihatan dan pada akhirnya bisa terjadi kebutaan |
| Ginjal |
| Fungsi ginjal yang buruk Gagal ginjal |
| Saraf | Kerusakan saraf karena glukosa tidak dimetabolisir secara normal dan karena aliran darah berkurang |
|
| Sistem saraf otonom | Kerusakan pada saraf yang mengendalikan tekanan darah dan saluran pencernaan | Tekanan darah yang naik-turun
|
| Kulit | Berkurangnya aliran darah ke kulit dan hilangnya rasa yang menyebabkan cedera berulang |
|
| Darah | Gangguan fungsi sel darah putih | Mudah terkena infeksi, terutama infeksi saluran kemih dan kulit |
| Jaringan ikat | Gluka tidak dimetabolisir secara normal sehingga jaringan menebal atau berkontraksi |
|
DIAGNOSA
Diagnosis diabetes ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya (polidipsi, polifagi, poliuri) dan hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan kadar gula darah yang tinggi.
Untuk mengukur kadar gula darah, contoh darah biasanya diambil setelah penderita berpuasa selama 8 jam atau bisa juga diambil setelah makan. Pada usia di atas 65 tahun, paling baik jika pemeriksaan dilakukan setelah berpuasa karena setelah makan, usia lanjut memiliki peningkatan gula darah yang lebih tinggi.
Pemeriksaan darah lainnya yang bisa dilakukan adalah tes toleransi glukosa. Tes ini dilakukan pada keadaan tertentu, misalnya pada wanita hamil. Penderita berpuasa dan contoh darahnya diambil untuk mengukur kadar gula darah puasa. Lalu penderita meminum larutan khusus yang mengandung sejumlah glukosa dan 2-3 jam kemudian contoh darah diambil lagi untuk diperiksa.
PENGOBATAN
Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Kadar gula darah yang benar-benar normal sulit untuk dipertahankan, tetapi semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadinya komplikasi sementara maupun jangka panjang adalah semakin berkurang.
Pengobatan diabetes meliputi pengendalian berat badan, olahraga, dan diet. Seseorang yang obesitas yang menderita diabetes tipe II tidak akan memerlukan pengobatan jika mereka menurunkan berat badannya dan berolahraga secara teratur. Tetapi kebanyakan penderita merasa kesulitan menurunkan berat badan dan melakukan olahraga yang teratur. Karena itu biasanya diberikan terapi sulih insulin atau obat hipoglikemik per-oral.
Pengaturan diet sangat penting. Biasanya penderita tidak boleh terlalu banyak makan makanan manis dan harus makan dalam jadwal yang teratur. Penderita diabetes cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi, karena itu dianjurkan untuk membatasi jumlah lemak jenuh dalam makanannya. Tetapi cara terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol adalah mengontrol kadar gula darah dan berat badan.
Semua penderita hendaknya memahami bagaimana menjalani diet dan olahraga untuk mengontrol penyakitnya. Mereka harus memahami bagaimana cara menghindari terjadinya komplikasi. Mereka juga harus memberikan perhatian khusus terhadap infeksi kaki dan kukunya harus dipotong secara teratur. Penting untuk memeriksakan matanya supaya bisa diketahui perubahan yang terjadi pada pembuluh darah di mata.
Terapi sulih insulin
Pada diabetes tipe I, pankreas tidak dapat menghasilkan insulin sehingga harus diberikan insulin pengganti. Pemberian insulin hanya dapat dilakukan melalui suntikan, insulin dihancurkan di dalam lambung sehingga tidak dapat diberikan per-oral (ditelan). Bentuk insulin yang baru (semprot hidung) sedang dalam penelitian. Pada saat ini, bentuk insulin yang baru ini belum dapat bekerja dengan baik karena laju penyerapannya yang berbeda menimbulkan masalah dalam penentuan dosisnya.
Insulin disuntikkan di bawah kulit ke dalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding perut. Digunakan jarum yang sangat kecil agar tidak terasa terlalu nyeri.
Insulin terdapat dalam 3 bentuk dasar, masing-masing memiliki kecepatan dan lama kerja yang berbeda:
- Insulin kerja cepat.
Contohnya adalah insulin reguler yang bekerja paling cepat dan paling sebentar. Insulin ini seringkali mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya dalam waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam.
Insulin kerja cepat seringkali digunakan oleh penderita yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya dan disutikkan 15-20 menit sebelum makan. - Insulin kerja sedang.
Contohnya adalah insulin suspensi seng atau suspensi insulin isofan. Mulai bekerja dalam waktu 1-3 jam, mencapai puncak maksimun dalam waktu 6-10 jam dan bekerja selama 18-26 jam. Insulin ini bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan dapat disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam. - Insulin kerja lama.
Contohnya adalah insulin suspensi seng yang telah dikembangkan. Efeknya baru timbul setelah 6 jam dan bekerja selama 28-36 jam.
Pemilihan insulin yang akan digunakan tergantung kepada:
- Keinginan penderita untuk mengontrol diabetesnya,
- Keinginan penderita untuk memantau kadar gula darah dan menyesuaikan dosisnya,
- Aktivitas harian penderita,
- Kecekatan penderita dalam mempelajari dan memahami penyakitnya, dan
- Kestabilan kadar gula darah sepanjang hari dan dari hari ke hari.
Kontrol yang paling ketat diperoleh dengan menyuntikkan insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang pada pagi dan malam hari disertai suntikan insulin kerja cepat tambahan pada siang hari.
Beberapa penderita usia lanjut memerlukan sejumlah insulin yang sama setiap harinya; penderita lainnya perlu menyesuaikan dosis insulinnya tergantung kepada makanan, olahraga, dan pola kadar gula darahnya. Kebutuhan akan insulin bervariasi sesuai dengan perubahan dalam makanan dan olah raga.
Beberapa penderita mengalami resistensi terhadap insulin. Insulin tidak sepenuhnya sama dengan insulin yang dihasilkan oleh tubuh, karena itu tubuh bisa membentuk antibodi terhadap insulin pengganti. Antibodi ini mempengaruhi aktivitas insulin sehingga penderita dengan resistansi terhadap insulin harus meningkatkan dosisnya.
Penyuntikan insulin dapat mempengaruhi kulit dan jaringan di bawahnya pada tempat suntikan. Kadang terjadi reaksi alergi yang menyebabkan nyeri dan rasa terbakar, diikuti kemerahan, gatal, dan pembengkakan, di sekitar tempat penyuntikan selama beberapa jam. Suntikan sering menyebabkan terbentuknya endapan lemak (sehingga kulit tampak berbenjol-benjol) atau merusak lemak (sehingga kulit berlekuk-lekuk). Komplikasi tersebut bisa dicegah dengan cara mengganti tempat penyuntikan dan mengganti jenis insulin. Pada pemakaian insulin manusia sintetis jarang terjadi resistensi dan alergi.
Obat-obat hipoglikemik per-oral
Golongan sulfonilurea seringkali dapat menurunkan kadar gula darah secara adekuat pada penderita diabetes tipe II, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe I. Contohnya adalah; glipizid, gliburid, tolbutamid, dan klorpropamid. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan efektivitasnya.
Obat lainnya, yaitu metformin, tidak mempengaruhi pelepasan insulin tetapi meningkatkan respon tubuh terhadap insulinnya sendiri. Akarbos bekerja dengan cara menunda penyerapan glukosa di dalam usus.
Obat hipoglikemik per-oral biasanya diberikan pada penderita diabetes tipe II jika diet dan olahraga gagal menurunkan kadar gula darah secara adekuat. Obat ini kadang bisa diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun beberapa penderita memerlukan 2-3 kali pemberian. Jika obat hipoglikemik per-oral tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, mungkin perlu diberikan suntikan insulin.
Pemantauan pengobatan
Pemantauan kadar gula darah merupakan bagian yang penting dari pengobatan diabetes. Adanya glukosa bisa diketahui dari air kemih; tetap pemerisaan air kemih bukan merupakan cara yang baik untuk memantau pengobatan atau menyesuaikan dosis pengobatan. Saat ini kadar gula darah dapat diukur sendiri dengan mudah oleh penderita di rumah.
Penderita diabetes harus mencatat kadar gula darah mereka dan melaporkannya kepada dokter agar dosis insulin atau obat hipoglikemiknya dapat disesuaikan.
Mengatasi komplikasi
Insulin maupun obat hipoglikemik per-oral bisa terlalu banyak menurunkan kadar gula darah sehingga terjadi hipoglikemia. Hipoglikemia juga bisa terjadi jika penderita kurang makan atau tidak makan pada waktunya atau melakukan olah raga yang terlalu berat tanpa makan.
Jika kadar gula darah terlalu rendah, organ pertama yang terkena pengaruhnya adalah otak. Untuk melindungi otak, tubuh segera mulai membuat glukosa dari glikogen yang tersimpan di hati. Proses ini melibatkan pelepasan epinefrin (adrenalin), yang cenderung menyebabkan rasa lapar, kecemasan, meningkatnya kesiagaan, dan gemetaran. Berkurangnya kadar glukosa darah ke otak bisa menyebabkan sakit kepala.
Hipoglikemia harus segera diatasi karena dalam beberapa menit bisa menjadi berat, menyebabkan koma dan kadang cedera otak menetap. Jika terdapat tanda hipoglikemia, penderita harus segera makan gula. Karena itu penderita diabetes harus selalu membawa permen, gula, atau tablet glukosa, untuk menghadapi serangan hipoglikemia. Atau penderita segera minum segelas susu, air gula atau jus buah, sepotong kue, buah-buahan, atau makanan manis lainnya.
Penderita diabetes tipe I harus selalu membawa glukagon, yang bisa disuntikkan jika mereka tidak dapat memakan makanan yang mengandung gula.
Gejala-gejala dari kadar gula darah rendah:
- Rasa lapar yang timbul secara tiba-tiba
- Sakit kepala
- Kecemasan yang timbul secara tiba-tiba
- Badan gemetaran
- Berkeringat
- Bingung
- Penurunan kesadaran, koma.
Penderita harus dirawat di unit perawatan intensif. Diberikan sejumlah besar cairan intravena dan elektrolit (natrium, kalium, klorida, fosfat) untuk menggantikan yang hilang melalui air kemih yang berlebihan.
Insulin diberikan melalui intravena sehingga bisa bekerja dengan segera dan dosisnya disesuaikan. Kadar glukosa, keton, dan elektrolit darah, diukur setiap beberapa jam, sehingga pengobatan yang diberikan bisa disesuaikan. Contoh darah arteri diambil untuk mengetahui keasamannya. Pengendalian kadar gula darah dan penggantian elektrolit biasanya bisa mengembalikan keseimbangan asam basa, tetapi kadang perlu diberikan pengobatan tambahan untuk mengoreksi keasaman darah.
Pengobatan untuk koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik sama dengan pengobatan untuk ketoasidosis diabetikum. Diberikan cairan dan elektrolit pengganti. Kadar gula darah harus dikembalikan secara bertahap untuk mencegah perpindahan cairan ke dalam otak. Kadar gula darah cenderung lebih mudah dikontrol dan keasaman darahnya tidak terlalu berat.
Jika kadar gula darah tidak terkontrol, sebagian besar komplikasi jangka panjang berkembang secara progresif. Retinopati diabetik dapat diobati secara langsung dengan pembedahan laser untuk menyumbat kebocoran pembuluh darah mata sehingga bisa mencegah kerusakan retina yang menetap. Terapi laser dini bisa membantu mencegah atau memperlambat hilangnya penglihatan.
Cushing's Syndrome
DEFINISI
Pada sindrom cushing, kadar kortikosteroid berlebihan, biasanya dari produksi berlebihan pada kelenjar adrenal.
Tumor di luar kelenjar pituitary, seperti kanker sel kecil paru-paru, bisa menghasilkan kortikotropin dengan baik (sebuah kondisi yang disebut sindrom kortikotropin ectopic). Kortikotropin bisa juga dihasilkan oleh sebuah tumor yang disebut carcinoid, yang bisa terjadi hampir di seluruh bagian di dalam tubuh.
PENYEBAB
Kadangkala tumor yang tidak bersifat kanker (adenoma) terjadi pada kelenjar adrenalin, yang menyebabkan kelenjar adrenalin menghasilkan kortikosteroid secara berlebihan. Adrenal adenomas sangat umum. Setengah orang mengalaminya pada usia 70. Hanya bagian kecil pada adenomas menghasilkan hormon berlebihan, meskipun begitu tumor yang tidak bersifat kanker pada kelenjar adrenalin sangat langka.
Sindrom cushing bisa terjadi juga pada orang yang harus menggunakan kortikosteroid dosis tinggi karena keadaan medis serius. Mereka yang harus mengggunakan dosis tinggi memiliki gejala yang sama dengan mereka yang menghasilkan terlalu banyak hormon tersebut. Gejala-gejalanya bisa kadangkala terjadi bahkan jika kortikosteroid dihirup, seperti untuk asma, atau digunakan khususnya untuk sebuah kondisi kulit.
GEJALA
Kortikosteroid berubah-ubah banyaknya dan didistribusikan ke lemak tubuh. Lemak tubuh terbentuk melaui torso dan kemungkinan nyata sekali diatas punggung. Seseorang dengan sindrom cushing biasanya memiliki muka yang besar, (muka bulan). Tangan dan kaki biasanya ramping pada bagian batang yang menebal. Otot kehilangan kekuatannya, dan menjadi lemah. Kulit menjadi tipis, mudah memar, kurang sembuh dengan baik ketika memar atau luka. Lapisan warna ungu yang terlihat seperti tanda kerutan bisa terbentuk diatas perut. Orang dengan sindrom cushing cenderung mudah lelah.
Kadar kortikosteroid tinggi setiap waktu meningkatkan tekanan darah, melemahkan tulang (osteoporosis), dan mengurangi perlawana terhadap infeksi. Resiko terbentuknya batu ginjal dan diabetes meningkat, dan gangguan mental, termasuk depresi dan halusinasi, bisa terjadi. Wanita biasanya memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Anak dengan sindrom cushing lambat bertumbuh dan tetap pandek. Pada beberapa orang, kelenjar adrenal juga menghasilkan androgen dalam jumlah besar (testosteron dan hormon sejenisnya), menyebabkan peningkatan muka dan rambut tubuh pada wanita dan kebotakan.
DIAGNOSA
Ketika dokter menduga sindrom cushing, mereka mengukur kadar kortisol, hormon utama kortikosteroid, pada darah. Secara normal, kadar kortisol tinggi pada pagi hari dan rendah pada malam hari. Pada orang yang memiliki sindrom cushing, kadar kortisol sangat tinggi setiap hari.
Jika kadar kortisol tinggi, dokter bisa menganjurkan tes suppression deksametason. Deksametason menekan kelenjar pituitary dan harus menyebabkan tekanan pada pengeluaran kortisol dengan kelenjar adrenalin. Jika sindrom cushing disebabkan oleh terlalu banyak rangsangan pituitary, kadar kortisol akan jatuh ke beberapa perluasan, meskipun tidak sebanyak pada orang yang tidak memiliki sindrom cushing. Jika sindrom cushing mempunyai penyebab lain, kadar kortisol akan tetap tinggi. Kadar kortikotropin yang tinggi lebih lanjut menyebabkan rangsangan berlebihan pada kelenjar adrenalin.
Tes imaging kemungkinan dibutuhkan untuk memastikan penyebab pasti, termasuk sebuah computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI) scan pada pituitary atau kelenjar adrenalin dan sebuah sinar-X dada atau CT scan pada paru-paru. Meskipun begitu, tes-tes ini bisa kadangkala gagal untuk menemukan tumor. Ketika produksi berlebihan pada kortikotropin dinyatakan sebagai penyebab, contoh darah kemungkinan diambil dari pembuluh yang mengeringkan pituitary untuk melihat jika hal tersebut adalah sumber.
PENGOBATAN
Pengobatan bergantung pada apakah masalah pada kelenjar adrenal, kelenjar pituitary, atau daerah lain. Operasi atau terapi radiasi kemungkinan dibutuhkan untuk mengangkat atau menghancurkan tumor pituitary. Tumor pada kelenjar adrenalin (biasanya adenomas) bisa seringkali bisa diangkat dengan cara operasi. Kedua kelenjar adrenalin bisa diangkat jika pengobatan ini tidak efektif atau jika tidak terdapat tumor.
Orang yang kedua kelenjar adrenalinnya diangkat, dan banyak orang yang memiliki bagian pada kelenjar adrenalinnya diangkat, harus menggunakan kortikosteroid untuk hidup. Tumor diluar pituitary dan kelenjar adrenalin yang mengeluarkan hormon berlebihan biasanya diangkat dengan cara operasi. Obat-obatan tertentu, seperti metyrapone atau ketoconazole, bisa menurunkan kadar kortisol dan bisa digunakan ketika menunggu pengobatan yang lebih pasti seperti operasi.
Pada sindrom cushing, kadar kortikosteroid berlebihan, biasanya dari produksi berlebihan pada kelenjar adrenal.
- Sindrom cushing biasanya diakibatkan dari tumor yang menyebabkan kelenjar adrenalin menghasilkan kortikosteroid berlebihan.
- Orang dengan sindrom cushing biasanya menghasilkan lemak berlebihan melalui torso dan mempunyai bentuk wajah yang besar.
- Dokter mengukur kadar kortisol untuk mengenali sindrom cushing.
- Operasi atau terapi radiasi seringkali dibutuhkan untuk mengangkat sebuah tumor.
Tumor di luar kelenjar pituitary, seperti kanker sel kecil paru-paru, bisa menghasilkan kortikotropin dengan baik (sebuah kondisi yang disebut sindrom kortikotropin ectopic). Kortikotropin bisa juga dihasilkan oleh sebuah tumor yang disebut carcinoid, yang bisa terjadi hampir di seluruh bagian di dalam tubuh.
PENYEBAB
Kadangkala tumor yang tidak bersifat kanker (adenoma) terjadi pada kelenjar adrenalin, yang menyebabkan kelenjar adrenalin menghasilkan kortikosteroid secara berlebihan. Adrenal adenomas sangat umum. Setengah orang mengalaminya pada usia 70. Hanya bagian kecil pada adenomas menghasilkan hormon berlebihan, meskipun begitu tumor yang tidak bersifat kanker pada kelenjar adrenalin sangat langka.
Sindrom cushing bisa terjadi juga pada orang yang harus menggunakan kortikosteroid dosis tinggi karena keadaan medis serius. Mereka yang harus mengggunakan dosis tinggi memiliki gejala yang sama dengan mereka yang menghasilkan terlalu banyak hormon tersebut. Gejala-gejalanya bisa kadangkala terjadi bahkan jika kortikosteroid dihirup, seperti untuk asma, atau digunakan khususnya untuk sebuah kondisi kulit.
GEJALA
Kortikosteroid berubah-ubah banyaknya dan didistribusikan ke lemak tubuh. Lemak tubuh terbentuk melaui torso dan kemungkinan nyata sekali diatas punggung. Seseorang dengan sindrom cushing biasanya memiliki muka yang besar, (muka bulan). Tangan dan kaki biasanya ramping pada bagian batang yang menebal. Otot kehilangan kekuatannya, dan menjadi lemah. Kulit menjadi tipis, mudah memar, kurang sembuh dengan baik ketika memar atau luka. Lapisan warna ungu yang terlihat seperti tanda kerutan bisa terbentuk diatas perut. Orang dengan sindrom cushing cenderung mudah lelah.
Kadar kortikosteroid tinggi setiap waktu meningkatkan tekanan darah, melemahkan tulang (osteoporosis), dan mengurangi perlawana terhadap infeksi. Resiko terbentuknya batu ginjal dan diabetes meningkat, dan gangguan mental, termasuk depresi dan halusinasi, bisa terjadi. Wanita biasanya memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Anak dengan sindrom cushing lambat bertumbuh dan tetap pandek. Pada beberapa orang, kelenjar adrenal juga menghasilkan androgen dalam jumlah besar (testosteron dan hormon sejenisnya), menyebabkan peningkatan muka dan rambut tubuh pada wanita dan kebotakan.
DIAGNOSA
Apakah sindrom nelson ? |
| Orang yang kedua kelenjar adrenalinnya telah diangkat sebagai pengobatan untuk penyakit cushing bisa membentuk sindrom nelson. Pada gangguan ini, tumor pituitary terbentuk, menghasilkan kortikotropin dalam jumlah besar dan hormon lainnya yang merangsang melanocytes, menyebabkan kulit kehitaman. Tumor pituitary yang membesar bisa menekan struktur sekitar otak, menyebabkan sakit kepala dan kerusakan penglihatan. Beberapa ahli meyakini bahwa tekanan ini kemungkinan dapat dicegah, setidaknya pada beberapa orang, dengan terapi radiasi pada kelenjar pituitary. Bila perlu, sindrom nelson bisa diobati dengan terapi radiasi atau operasi pengangkatan kelenjar pituitary. |
Jika kadar kortisol tinggi, dokter bisa menganjurkan tes suppression deksametason. Deksametason menekan kelenjar pituitary dan harus menyebabkan tekanan pada pengeluaran kortisol dengan kelenjar adrenalin. Jika sindrom cushing disebabkan oleh terlalu banyak rangsangan pituitary, kadar kortisol akan jatuh ke beberapa perluasan, meskipun tidak sebanyak pada orang yang tidak memiliki sindrom cushing. Jika sindrom cushing mempunyai penyebab lain, kadar kortisol akan tetap tinggi. Kadar kortikotropin yang tinggi lebih lanjut menyebabkan rangsangan berlebihan pada kelenjar adrenalin.
Tes imaging kemungkinan dibutuhkan untuk memastikan penyebab pasti, termasuk sebuah computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI) scan pada pituitary atau kelenjar adrenalin dan sebuah sinar-X dada atau CT scan pada paru-paru. Meskipun begitu, tes-tes ini bisa kadangkala gagal untuk menemukan tumor. Ketika produksi berlebihan pada kortikotropin dinyatakan sebagai penyebab, contoh darah kemungkinan diambil dari pembuluh yang mengeringkan pituitary untuk melihat jika hal tersebut adalah sumber.
PENGOBATAN
Pengobatan bergantung pada apakah masalah pada kelenjar adrenal, kelenjar pituitary, atau daerah lain. Operasi atau terapi radiasi kemungkinan dibutuhkan untuk mengangkat atau menghancurkan tumor pituitary. Tumor pada kelenjar adrenalin (biasanya adenomas) bisa seringkali bisa diangkat dengan cara operasi. Kedua kelenjar adrenalin bisa diangkat jika pengobatan ini tidak efektif atau jika tidak terdapat tumor.
Orang yang kedua kelenjar adrenalinnya diangkat, dan banyak orang yang memiliki bagian pada kelenjar adrenalinnya diangkat, harus menggunakan kortikosteroid untuk hidup. Tumor diluar pituitary dan kelenjar adrenalin yang mengeluarkan hormon berlebihan biasanya diangkat dengan cara operasi. Obat-obatan tertentu, seperti metyrapone atau ketoconazole, bisa menurunkan kadar kortisol dan bisa digunakan ketika menunggu pengobatan yang lebih pasti seperti operasi.
Akromegali
DEFINISI
Akromegali adalah pertumbuhan berlebihan akibat pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan.PENYEBAB
Pelepasan hormon pertumbuhan berlebihan hampir selalu disebabkan oleh tumor hipofisa jinak (adenoma). GEJALA
Pada sebagian besar kasus, pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan mulai terjadi pada usia 30-50 tahun, lama setelah ujung piringan tulang menutup. Karena itu tulang mengalami kelainan bentuk, bukan memanjang. Gambaran tulang wajah menjadi kasar, tangan dan kakinya membengkak. Penderita memerlukan cincin, sarung tangan, sepatu dan topi yang lebih besar. Perubahan ini terjadi secara perlahan, sehingga biasanya selama bertahun-tahun tidak disadari oleh penderitanya. Rambut badan semakin kasar sejalan dengan menebal dan bertambah gelapnya kulit.
Kelenjar sebasea dan kelenjar keringat di dalam kulit membesar, menyebabkan keringat berlebihan dan bau badan yang menyengat.
Pertumbuhan berlebih pada tulang rahang (mandibula) bisa menyebabkan rahang menonjol (prognatisme). Tulang rawan pada pita suara bisa menebal sehingga suara menjadi dalam dan serak. Lidah membesar dan lebih berkerut-kerut. Tulang rusuk menebal menyebabkan dada berbentuk seperti tong.
Sering ditemukan nyeri sendi; setelah beberapa tahun bisa terjadi artritis degeneratif yang melumpuhkan. Jantung biasanya membesar dan fungsinya sangat terganggu sehingga terjadi gagal jantung.
Kadang penderita merasakan gangguan dan kelemahan di tungkai dn lengannya karena jaringan yang membesar menekan persarafan. Saraf yang membawa sinyal dari mata ke otak juga bisa tertekan, sehingga terjadi gangguan penglihatan, terutama pada lapang pandang sebelah luar.
Tumor hipofisa juga bisa menyebabkan sakit kepala hebat. Hampir semua penderita wanita memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Beberapa penderita wanita bahkan menghasilkan air susu meskipun tidak sedang dalam masa menyusui (galaktore) karena terlalu banyaknya hormon pertumbuhan maupun hormon prolaktin. Sepertiga penderita pria menjadi impoten.
Kadang pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan terjadi pada masa kanak-kanak, sebelum ujung piringan tulang panjang menutup. Karena tulang terus tumbuh sampai ujung piringannya menutup, maka hal ini akan menyebabkan pertumbuhan tulang yang berlebihan dan tinggi badan yang abnormal (gigantisme hipofisa). Meskipun tulangnya tumbuh lebih cepat, tetapi tidak terjadi kelainan bentuk. Jaringan lunak di sekitar tulang membengkak dan beberapa saraf bisa membesar. Masa pubertasnya tertunda dan alat kelaminnya tidak tumbuh sempurna.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dan diperkuat oleh tingginya kadar hormon pertumbuhan atau IGF-I (insulin-like growth factor I) dalam darah. Jika hasil pemeriksaan darah berada di daerah perbatasan, maka kepada penderita diberikan sejumlah gula untuk melihat apakah kadar hormon pertumbuhannya turun. Pada bukan penderita akromegali, kadar hormon pertumbuhan akan turun setelah pemberian sejumlah gula. Pada penderita akromegali, kadar gula darah dan hormon pertumbuhan tetap tinggi.
Rontgen tulang tengkorak bisa menunjukkan penebalan tulang, pembesaran sinus hidung dan pembesaran atau pengikisan sella tursika (struktur bertulang yang mengelilingi hipofisa). Rontgen tangan menunjukkan penebalan tulang dibawah ujung jari tangan dan pembengkakan jaringan di sekitar tulang. Banyak penderita yang memilki kadar gula darah yang tinggi.
PENGOBATAN
Untuk menghentikan atau mengurangi produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan, maka tumor diangkat atau dihancurkan melalui pembedahan atau terapi penyinaran. Terapi penyinaran menggunakan penyinaran berkekuatan tinggi; terapi ini tidak terlalu menimbulkan trauma dan biasanya tidak mempengaruhi pembentukan hormon hipofisa lainnya.
Suntikan okreotid bisa membantu menghalangi pembentukan hormon pertumbuhan. Obat lainnya yang juga membantu adalah bromokriptin.
Sebab Perokok Tidak Nafsu Makan
zIe`s for U.com - Tahukah Anda, selain mengotori paru-parunya dengan zat-zat kimia yang berasal dari asap rokok, sebenarnya para perokok juga membuat tubuhnya kekurangan oksigen. Istilah medis untuk kekurangan oksigen ini adalah hipoksia. Dalam jangka panjang, hipoksia bisa merusak organ-organ tubuh.
"Udara yang kita hirup seharusnya adalah udara yang segar. Tetapi saat kita merokok, udara di sekitar jadi tidak seimbang karena lebih banyak karbonnya (CO). Akibatnya oksigen yang dihirup sedikit," kata DR. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/RSCM Jakarta.
Kondisi tersebut menurut Ari, banyak tidak disadari oleh perokok. Hipoksia juga dapat memengaruhi nafsu makan sehingga berat badan akan sulit bertambah.
"Saat kekurangan oksigen, tubuh melakukan adaptasi dengan menginduksi faktor molekuler penting, yakni Hypoxia Inducible Factor-1a (HIF-a). Molekul ini ikut berpengaruh pada gen lapar, yakni leptin. Sehingga nafsu makan berkurang," katanya saat ditemui seusai sidang disertasinya di FKUI, Jumat (15/7/2011).
Selain karena merokok, hipoksia juga bisa dialami orang yang berada di dataran tinggi atau menderita penyakit kronik.
Sebuah penelitian lain yang dilakukan ilmuan dari Universitas Yale, AS, menemukan, nikotin mengaktifkan sel otak tertentu sehingga nafsu makan berkurang.
Sumber: Kompas.com
Apa Itu Hipertensi?
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. Tekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor risiko untuk stroke, serangan jantung, gagal jantung dan aneurisma arterial, dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis.
Tekanan darah
Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan sebagai "normal". Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik. Hipertensi biasanya terjadi pada tekanan darah 140/90 mmHg atau ke atas, diukur di kedua lengan tiga kali dalam jangka beberapa minggu.
Klasifikasi
Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.
Dalam pasien dengan diabetes mellitus atau penyakit ginjal, penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah di atas 130/80 mmHg harus dianggap sebagai faktor risiko dan sebaiknya diberikan perawatan.
Pengaturan tekanan darah
Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:- Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya
- Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. Inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis. Dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi "vasokonstriksi", yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.
- Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.
- Aktivitas memompa jantung berkurang
- Arteri mengalami pelebaran
- Banyak cairan keluar dari sirkulasi
Penyesuaian terhadap faktor-faktor tersebut dilaksanakan oleh perubahan di dalam fungsi ginjal dan sistem saraf otonom (bagian dari sistem saraf yang mengatur berbagai fungsi tubuh secara otomatis).
- Perubahan fungsi ginjal
-
- Jika tekanan darah meningkat, ginjal akan menambah pengeluaran garam dan air, yang akan menyebabkan berkurangnya volume darah dan mengembalikan tekanan darah ke normal.
- Jika tekanan darah menurun, ginjal akan mengurangi pembuangan garam dan air, sehingga volume darah bertambah dan tekanan darah kembali ke normal.
- Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkan enzim yang disebut renin, yang memicu pembentukan hormon angiotensin, yang selanjutnya akan memicu pelepasan hormon aldosteron.
Misalnya penyempitan arteri yang menuju ke salah satu ginjal (stenosis arteri renalis) bisa menyebabkan hipertensi.
Peradangan dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal juga bisa menyebabkan naiknya tekanan darah.
- Sistem saraf otonom
- meningkatkan tekanan darah selama respon fight-or-flight (reaksi fisik tubuh terhadap ancaman dari luar)
- meningkatkan kecepatan dan kekuatan denyut jantung; juga mempersempit sebagian besar arteriola, tetapi memperlebar arteriola di daerah tertentu (misalnya otot rangka, yang memerlukan pasokan darah yang lebih banyak)
- mengurangi pembuangan air dan garam oleh ginjal, sehingga akan meningkatkan volume darah dalam tubuh
- melepaskan hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin), yang merangsang jantung dan pembuluh darah.
Gejala
Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:
- sakit kepala
- kelelahan
- mual
- muntah
- sesak napas
- gelisah
- pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
Penyebab hipertensi
Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 jenis :- Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak / belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi).
- Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/ sebagai akibat dari adanya penyakit lain.
Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder. Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).
Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).
Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan. Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.
Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder:
- Penyakit Ginjal
- Stenosis arteri renalis
- Pielonefritis
- Glomerulonefritis
- Tumor-tumor ginjal
- Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)
- Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)
- Terapi penyinaran yang mengenai ginjal
- Kelainan Hormonal
- Hiperaldosteronisme
- Sindroma Cushing
- Feokromositoma
- Obat-obatan
- Pil KB
- Kortikosteroid
- Siklosporin
- Eritropoietin
- Kokain
- Penyalahgunaan alkohol
- Kayu manis (dalam jumlah sangat besar)
- Penyebab Lainnya
- Koartasio aorta
- Preeklamsi pada kehamilan
- Porfiria intermiten akut
- Keracunan timbal akut.
Obat tradisional yang dapat digunakan
- murbei
- daun cincau hijau
- seladri (tidak boleh lebih 1-10 gr per hari, karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis)
- bawang putih (tidak boleh lebih dari 3-7 siung sehari)
- Rosela
- daun misai kucing
- minuman serai. teh serai yang kering atau serai basah(fresh) diminum 3 kali sehari. Dalam seminggu dapat nampak penurunan tekanan darah tinggi
15 Kewajiban saat Hamil
15 Kewajiban saat Hamil, saat hamil wanita memiliki beberapa kewajiban yang harus di lakukan agar kandungan anda aman dan terjaga...
ANDA tengah hamil, inilah 15 hal yang Anda harus lalukan dan ingat untuk mnejalani kehamilan yang aman dan sehat.
a. Asam folat
Minumlah satu tablet asam folat setiap hari ketika hamil dan terus melakukannya sampai waktu Anda mengunjungi dokter.
b. Jangan minum obat sembarangan
Hindari obat tanpa resep dan informasikan dokter tentang kehamilan Anda sebelum meminum obat apa pun.
c. Prioritaskan kehamilan
Jangan lewatkan pemeriksaan rutin, ikuti semua nasihat dokter, katakan tidak untuk lembur, dan ambil istirahat ekstra.
d. Bergabung dengan program kehamilan
Program ini akan mendidik Anda tentang menu makan, olahraga, dan menyusui. Serta, mempersiapkan Anda untuk melahirkan dan mengasuh anak, menghilangkan ketakutan dan belajar dari pengalaman orang lain.
e. Makan yang benar
Lebih pilih masakan rumah daripada junk food, produk gandum daripada gula halus, makanan segar daripada makanan olahan, dan perbanyak jus buah daripada kopi dan teh. Makan pula banyak kacang-kacangan, produk susu, kecambah, sayuran, dan buah-buahan.
e. Olahraga ringan
Manjakan tubuh dengan latihan ringan seperti berjalan, bersepeda, berenang, atau yoga kecuali bila dokter Anda melarangnya. Hindari mengangkat beban berat dan menjaga diri agar selalu terhidrasi.
f. Pahami dan terima perubahan tubuh
Tubuh Anda berubah. Payudara lebih besar, stretch mark mulai muncul, dan berat badan bertambah. Itu taka pa-apa, terima dan nikmati kebahagiaan menjadi seorang ibu.
g. Jaga berat badan Anda
Penambahan berat badan biasanya dimulai dari bulan keempat. Anda akan menambah sekitar 450 gram per minggu.
h. Kunjungi dokter gigi
Kehamilan membuat Anda rentan terhadap gusi berdarah dan penyakit gusi. Infeksi gigi, jika tidak diobati, dapat memicu persalinan prematur. Jadi rawatlah kebersihan mulut dan penuhi jadwal kunjungan ke dokter gigi.
i. Kenakan busana sesuai
Pilih gaun longgar dengan alas kaki bertumit rendah yang nyaman. Pilih bra dengan baik dan pas. Taka pa bila sering mengubah ukuran sesuai dengan kebutuhan.
j. Tidak minum atau merokok
Merokok dan minun alkohol wajib dilarang saat hamil!
k. Jalan-jalan
Trimester kedua (4 sampai 6 bulan) adalah waktu paling aman untuk melakukan perjalanan. Lebih pilih perjalanan dengan kereta api harus daripada melalui udara atau mobil pribadi. Hindari mengunjungi tempat-tempat yang tidak memiliki akses yang mudah untuk perawatan medis dan selalu bawa salinan file medis Anda.
l. Seks
Trimester kedua juga waktu paling aman untuk menikmati seks. Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda memiliki komplikasi yang mengharuskan Anda untuk abstain. Anda mungkin harus mengubah posisi untuk menghindari tekanan pada perut.
m. Libatkan suami
Biarkan pasangan Anda menemani Anda ke dokter, mendiskusikan nama-nama bayi, dan biarkan dia merasa gerakan bayi Anda. Jangan mengabaikan dia sehingga dia lebih termotivasi untuk memanjakan Anda!
n. Segera lapor dokter
Segeralah melapor kepada dokter jika Anda mengalami sakit lebih dari perut bagian bawah, berdarah, atau jika bayi Anda kurang bergerak.
o. Pilih rumah sakit yang tepat
Selain dokter kandungan yang nyaman, pertimbangkan jarak rumah sakit dari tempat tinggal Anda. Perhatikan pula kebersihan dan fasilitas medis serta diskusikan anggaran dan fasilitas asuransi. (Pri/OL-06)
Labels
Photo and Design
(23)
Kesehatan
(22)
Gaya Hidup
(14)
Keindahan Alam
(11)
remaja
(10)
Hiburan
(9)
Teknologi
(8)
unik
(8)
Facebook
(7)
Kumpulan Info
(7)
Misteri
(6)
Humaniora
(5)
Komputer
(5)
tips
(5)
Beautiful girl
(4)
Berita
(4)
Coretan Iseng
(4)
Religi
(4)
Software
(4)
hobi
(4)
E-Version
(3)
Makalah
(3)
Olahraga
(3)
Inspirasi
(2)
Internet
(2)
love & sex
(2)
Download.
(1)
Foto Unik
(1)
Free Template
(1)
Gosip
(1)
Refleksi Diri
(1)
cerita
(1)
fakta
(1)
pengetahuan
(1)
photoshop
(1)
My Blog List
Diberdayakan oleh Blogger.
Popular Posts
-
Sahabat SMA Ku Dulu Cerita Anak SMA - Ketika usiaku menginjak dewasa menjadi seorang Anak SMA , aku mulai memikirkan tentang sekolahku u...
-
Diperkirakan tidak ada lagi cewek perawan di indonesia , Hasil yang mencengangkan, edan, hasil penelitian Komnas Anak tahun 2008. 62,7% re...
-
Cerita Minta Prediksi Jitu Nomor Togel Sama Orang Gila Cerita Prediksi Jitu - Kebiasaan judi togel memang susah dilepas dari Yono. Serin...
-
Bagaimana Anda tahu apa foto yang akan mengambil? Apakah Anda akan reuni keluarga? Apakah Anda akan keluar untuk mendaki dan berharap untu...
-
Kumpulan Judul Skripsi Teknik Informatika dan Sistem Informasi (Tugas Akhir) Banyak Mahasiswa yang mengeluh tentang skripsi . Kesi...
-
Pria Lebih Mudah Ditipu Di Jejaring Sosial Facebook Karena Tidak Tahan Melihat Profile Wanita Berfoto Cantik Masih segar di ingatan mengenai...
-
10 Cerita kejadian Nyata Paling Aneh di Dunia - Memang banyak hal yang sangat aneh di dunia ini, kadang kita tidak bisa mempercayainya wal...
-
berikut ini ada 100 blog yang sangat menarik untuk dilihat oleh para blogger. ada amat sangat banyak tips dan trik bloging, artikel menarik...
-
Pada postingan kali ini saya ingin Share sebuah Artikel keren dan lumayan banyak yang cari :D heheh Penasaran... ini mungkin biasanya...
-
Jaman sekarang memang sudah canggih. Bahkan pulau buatan yang di buat oleh manusia juga terlihat alami dan sangat indah. Berikut pulau pul...













